Friday, January 11, 2013

Lonceng Sakti (1)


..... Teng ... teng ... teng ...
Lonceng berdentang dengan sangat kencang. Memekakkan telinga. Lonceng itu terbuat dari pipa besi dengan pemukul besi pula. Sehingga suaranya bisa terdengar dari radius 1 kilometer. Apalagi jika dipukul jam 4 pagi.

Mendengar suara lonceng bagi penghuni asrama seperti aku ini adalah hal yang sangat menjengkelkan, namun terkadang menyenangkan. Menjengkelkan karena kemungkinan besar ada titah ketua yayasan yang harus kami kerjakan. Ada pengumuman untuk sekedar kumpul. Ada kasus kehilangan. Perintah mencari kayu. Ada program kerja seperempat rodi. Atau hal-hal yang mengerikan lainnya bagi kami.

Tapi, kadang bunyi lonceng sangat kami nantikan. Sepert lonceng waktu makan. Lonceng pembagian snack. Atau ada undangan mendadak untuk event-event seperti tahlilan, tasyakuran, dan lain sebagainya yang berjibun makanan diakhir acaranya.


Bagi kami, lonceng itu sangat sakti. Sangat ajaib kawan. Sehingga kami lebih takut pada lonceng daripada takut akan Tuhan kami sekalipun.

Lonceng jam 4 pagi menandakan semua penghuni asrama harus segera bangun dan berada di masjid untuk solat malam dilanjutkan i’tikaf dan solat subuh berjama’ah. Jangan coba-coba terlambat solat subuh. Bisa-bisa tidak diizinkan ikut sarapan. Bahkan, bisa jadi bahan tontonan jama’ah sarapan karena dihukum di kolah lele. Bagi kami solat subuh berjama’ah adalah tiket untuk sarapan pagi. Tidak perlu repot-repot solat malam 11 raka’at. Yang penting hadir  di masjid sebelum subuh sambil duduk tertidurpun sudah dicatat pahala solat malam oleh asisten malaikat. Tentang asisten yang satu ini nanti aku ceritakan tersendiri. (bersambung.....)

No comments:

Post a Comment

Halaman